BNPB: Banjir Bekasi rendam ribuan rumah, 2 orang meninggal dan 1.314 KK mengungsi

Rabu, 22 Februari 2017 06:46

Banjir di kawasan Perumahan Dosen IKIP, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/2). Foto: Antara Banjir di kawasan Perumahan Dosen IKIP, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/2). Foto: Antara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir yang melanda Kota Bekasi, Jawa Barat, merendam ribuan rumah di 24 kelurahan yang berada di 10 kecamatan di Kota Bekasi.

“Hujan pada Selasa (21/2) dini hari hingga pagi telah menyebabkan banjir meluas menggenangi beberapa wilayah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Tercatat banjir melanda Kecamatan Jati Asih, Bekasi Selatan, Mustika Jaya, Rawa Lumbu, Pondok Gede, Bekasi Barat Pondok Melati, Bekasi Utara, Medan Satria dan Bantargebang.

Sutopo menyampaikan, banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat hanyut, yaitu Hengky (15) warga Kelurahan Jatibening Baru dan Muhammad Rizky (16) warga Kelurahan Pejuang.

Sementara itu, ada sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Diperkirakan jumlah ini bertambah, karena perumahan yang terdampak banjir adalah perumahan padat penduduk.

Seperti diinformasikan NTMC Polri melalui laman resminya, Rabu (22/2), disampaikan bahwa BPBD Kota Bekasi hingga kini masih melakukan pendataan. Kondisi banjir di perumahan IKIP Pondok Gede masih setinggi 2 meter.

Upaya penanganan darurat masih terus dilakukan BNPBD Kota Bekasi bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan, masyarakat dan dunia usaha.

Penyaluran logistik bantuan bencana sudah ke tempat lokasi kejadian. Posko dan dapur umum telah didirikan. Peralatan dan perlengkapan bencana banjir sudah dikirim ke lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga di beberapa titik-titik banjir seperti Perum Dosen IKIP, Perum pondok hijau (PHP) dan Perum Pondok Ungu Permai (PUP).

Hingga saat ini belum ada penetapan status tanggap darurat oleh Wali Kota Bekasi.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Ancaman banjir susulan masih tinggi mengingat potensi hujan masih tinggi hingga akhir Februari nanti.

“Para orang tua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak yang bermain di tempat banjir. Korban hanyut terjadi saat bermain di lokasi banjir. Listrik hendaknya juga dimatikan. Lakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi banjir," imbuh Sutopo. 

REDAKSI-DER

Baca Juga

Komentar