Pemko Medan giat tertibkan PKL guna lancarkan lalin

Selasa, 13 Februari 2018 20:55

Foto: Prasetyo. Foto: Prasetyo.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama OKni menjadi penyebab terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Sebanyak 160 personil terdiri  dari unsur Kepling,  Lurah sekecamatan Medan Petisah dibantu petugas Satpol PP Kota Medan  serta unsur Muspika Kecamatan Medan Petisah diturunkan untuk melakukan penertiban PKL di Jalan Candi Prambanan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (13/2) pagi. 

Penertiban yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB sontak mengejutkan para pedagang. Karena panik, mereka pun langsung mengemasi peralatan berjualan maupun dagangannya.  

Kepada Kontributor Elshinta, Prasetiyo,  Selasa (13/2) Camat  Medan Petisah, Parlindungan Nasution mengatakan bahwa penertiban dilakukan selain karena mengganggu estetika juga disebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Parlindungan Nasution mengakui bahwa sebelum melakukan penertiban, para pedagang telah diberi surat peringatan  untuk segera membongkar sendiri lapaknya. Namun, hingga pembongkaran dilakukan, para pedagang tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Selain memberikan surat peringatan, kita pun telah berulangkali melakukan sosialisasi agar para pedagang tidak berjualan dan segera membongkar sendiri lapaknya masing-masing. Namun semua tidak diindahkan, pedagang tetap saja berjualan sehingga pagi ini kita datang melakukan penertiban,” kata Parlindungan.

Proses pembongkaran berjalan lancar. Seluruh material hasil bongkaran selanjutnya diangkut menggunakan truk  menuju Kantor Satpol PP Medan. Usai penertiban, Parlindungan kembali mengingatkan kepada seluruh pedagang agar tidak berjualan kembali di kawasan tersebut.  

“Di samping mengganggu estetika dan menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas,  peraturan pun melarang  para pedagang berjualan di atas fasilitas umum,” jelasnya sembari menambahkan untuk mencegah pedagang kembali berjualan, Parlindungan akan menurunkan sejumlah jajarannya untuk melakukan pengawasan agar tidak ada yang berjualan kembali.

REDAKSI-SIK

Baca Juga

Komentar