Da'i muda dan DKM se Kota Bogor tolak politik praktis masuk masjid

Senin, 05 Februari 2018 21:17

Foto: Istimewa. Foto: Istimewa.

Da'i muda Ustadz Yudin Taqyudin berpesan agar umat Islam bisa mengembalikan fungsi masjid sesuai syariat yakni mengembalikan fungsi awal menjadi tempat ibadah kepada Allah SWT.

Ustadz yang akrab disapa Gus Taqi itu juga meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

"Masjid yang penuh rahmat maka tidak ada hubungannya urusan politik praktis. Acara Maulid, Rajaban jangan selipin kampanye. Yuk fungsikan masjid sesuai syariah," ujar Gus Taqi.

Hal itu mengemuka saat pengajian kebangsaan bertema "Fungsi Masjid Sesuai Syariat Islam" yang diinisiasi Forum Silaturahmi Bangsa Kota Bogor di Masjid An ni'mah Bogor Jawa Barat, Minggu (4/2).

Selain itu, ustadz yang merupakan Wakil Ketua GP Ansor Kota Bogor itu juga mengingatkan kepada umat muslim untuk kembali fungsikan masjid sebagai tempat pembinaan umat yakni mencari ilmu, jangan menebarkan kebencian.

Dia menyayangkan jika saat ini sejumlah masjid di Bogor kerap dijadikan panggung politik oleh beberapa ormas.

"Waspadai penyusup-penyusup yang menebarkan kebencian. Membangun gerakan sholat subuh itu bagus tapi jangan hanya untuk kepentingan sesaat," tuturnya Gus Taqi dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (5/2). 

Sementara itu, Penceramah Kondang Kota Bogor KH Jejen Jaenussolihin juga mengingatkan kepada jamaahnya agar masjid bisa difungsikan kembali sebagai tempat beribadah dan tidak dimanfaatkan sebagai ajang alat politik praktis untuk menarik simpati.

"Masjid jangan sampai dijadikan sebagai alat politik praktis untuk menarik simpati. Manusia yang mempunyai akal sempurna pasti menjadikan masjid sebagai tempat ibadah bukan untuk menarik simpatik. Orang waras akan jadikan masjid sebagai sarana ibadah," ungkap KH Jejen Jaenussolihin.

Lebih lanjut, KH Jejen meminta masyarakat Bogor untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, dia mengajak tokoh masyarakat Bogor ikut merapatkan barisan untuk menjaga marwah Masjid agar tidak sampai pihak-pihak yang ingin memprovokasi dan mengadu domba.

"Bismillah, ayo buktikan kekompokan untuk menjunjung tinggi kalimah Allah dan menjadikan masjid untuk berkomunikasi dengan Allah. Jangan jadikan masjid sebagai ajang berkampanye politik praktis," tukasnya.

Di akhir acara juga dilakukan Deklarasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Madya Bogor yakni pertama menolak politisasi masjid. Kedua, menolak segala bentuk ujaran kebencian. Dan ketiga menguatkan masjid sebagai tempat untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi.

"Keempat menolak segala bentuk ceramah provokatif untuk kepentingan politik kelompok tertentu dan melarang segala bentuk ajaran radikalisme dan intoleransi,".

Poin terakhir deklarasi adalah meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

REDAKSI-SIK

Baca Juga

Komentar