18 Tahun Elshinta News and Talk

25 pelajar yatim padati pusat perbelanjaan

Sabtu, 03 Februari 2018 21:01

foto: kunjungan Radio Elshita ke Panti Sosia; Tresna Werdha Budi Mulia II /wis foto: kunjungan Radio Elshita ke Panti Sosia; Tresna Werdha Budi Mulia II /wis

Merayakan ulang tahun ke-18 Radio Elshinta News and Talk ajak anak-anak yatim belanja bersama di pusat perbelanjaan dan mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia II.

Sabtu (3/2) menjadi hari yang istimewa bagi anak-anak yatim yayasan Al-Iman Bendungan Hilir Jakarta. Hari itu mereka boleh belanja sesuka hati. Meski disarankan membeli kebutuhan sekolah, seperti buku dan alat tulis, mereka banyak mengambil cemilan.

Vaucher senilai Rp500.000. yang dianggarkan untuk masing-masing pelajar, cukup untuk ditukar dengan aneka macam barang yang mereka ingini. Jika pandai memilih, makin banyak barang atau makanan yang mereka dapatkan.

Image title

Sila, pelajar kelas 3 SD yang sebelumnya canggung, berubah menjadi cekatan saat memilih makanan dan cemilan kusukaannya, setelah diberi contoh oleh Mba yang mendampinginya dengan mengambil nuget ukuran jumbo.

Beberapa roti keju dan makanan kecil –juga rasa keju—terlihat mendominasi isi troli yang terus ia pegangi. Pelajar bertubuh subur yang baru saja kehilangan ibunya dan terlihat murung, sedikit demi sedikit tersenyum.

Anak-anak lain, tingkah lakunya serupa Sila. Mula-mula sungkan tetapi sebentar saja mereka menjadi terampil. Dengan gesit mengambil berbagai barang yang mereka ingini. Nato misalnya, ia langsung mengambil dua sweater, satu hijau satu biru, ditambah sandal jepit warna abu-abu.

Image title

Para pelajar itu seperti sudah tahu, jika dua orang dari Radio Elshinta yang bertugas mendampingi masing-masing anak yatim selama berbelanja akan bertanggung jawab saat tiba di depan kasir. Anak-anak pun senang, para pendamping juga senang.

Seperti disampaikan oleh Arief Anditantyo selaku ketua panitia, di hari ulang tahun Radio Elshinta News and Talk yang ke-18 mengadakan kegiatan belanja bersama anak yatim, khitanan dan donor darah.

“Jadi ini anak-anak yatim yang ada di daerah Bendungan Hilir. Setelah kegiatan ini mereka akan mengunjungi panti wreda di Rawa Buaya. Mereka akan memberikan belanjaan kebutuhan kepada kakek-nenek di sana, seperti pampers, kayu putih dan obat kulit dan lain-lain,” kata Arief.

Selesai anak anak belanja bermacam-macam kebutuhan sesuai keinginan, beserta rombongan mereka meninggalkan Bintaro berangkat menuju panti wreda yang terletak di Rawa Buaya, Cengakareng, Jakarta Barat.

Panti yang letaknya menjorok ke dalam dari jalan utama itu, terdiri dari beberapa bangunan yang berdiri kokoh dan apik. Area parkirnya lapang. Di belakangnya ada kolam besar yang bisa digunakan untuk memancing. Sebuah bebek-bebekan teronggok di pinggiran kolam. Di sisi lain terdapat aula dan ruang makan.

Image title

Wiwin salah satu staf yang bertugas segera menyambut. “Selamat datang,” katanya ramah. Beberapa laki-laki berumur tampak bergerombol di sekitar aula dan koridor memandangi kedatangan rombongan Elshinta dengan takjub.

“Mereka jarang ke mana-mana. Jadi kalau melihat hal-hal baru, sampai ternganga,” jelas Wiwin. Menurutnya hari itu penghuni panti terlihat sepi karena sedang ada kegiatan makan siang di luar. “Empat puluh orang ke luar, jadi hanya beberapa orang saja yang tinggal,” katanya memberi penjelasan.

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia II Cengkareng dihuni total 334 jiwa terdiri dari 175 oma dan 159 opa, dengan empat kategori. Penghuni yang sehat hingga penghuni dengan perawatan total atau mereka menyebutnya total care.

Meski sebanyak 40 penghuni sedang berada di luar, aula yang cukup luas itu terasa penuh saat sebagian opa dan oma mulai menempati kursi yang disediakan. “Tempat ini sebenernya sudah over,” lanjut Wiwin.

Image title

Dalam sambutannya, Toni dan Rohmat dari Radio Elshinta menyampaikan terima kasih dalam rangka ulang tahun Radio Elshinta ke-18 dapat mengajak anak-anak yatim mengunjungi panti wreda. Demikian halnya Wiwin, ia menyatakan terima kasih atas kunjungan Radio Elshinta dan anak-anak yatim.

Beberapa penghuni, opa dan oma menyanyikan himne panti dengan semangat. Keharuan pun menyeruak.

Kegembiaraan kembali berlanjut saat sesi menari berpasang-pasangan, di antaranya berpasangan dengan orang-orang dari Radio Elshinta. Beberapa opa dan oma terlihat sangat antusias, beberapa tersenyum, beberapa lainnya diam terpaku di kursinya.

Saat yang paling ditunggu pun tiba, yakni pembagian hadiah. Mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar menang, di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga akhir dengan penuh hikmat.

Acara ditutup dengan pemberian bingkisan kepada para penghuni panti oleh anak-anak yatim. Dirgahayu Radio Elshinta News and Talk.(wis)

REDAKSI-IHU

Baca Juga

Komentar