Tujuan no. 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Ilmuwan Stanford temukan senyawa yang sembuhkan kanker pada tikus

Jumat, 02 Februari 2018 22:22

Ronald Levy bersama koleganya Idit Sagiv-Barfi (sumber foto: http://stan.md/2DVNeeP) Ronald Levy bersama koleganya Idit Sagiv-Barfi (sumber foto: http://stan.md/2DVNeeP)

Melalui aktivasi sel T pada tikus dengan sepasang senyawa tertentu berhasil menghilangkan tumor pada tikus, demikian hasil penelitian sejumlah ilmuwan asal Stanford University, AS. Kini, pasien penderita limfoma tengah direkrut untuk menjalani serangkaian percobaan lanjutan.

Seperti dilaporkan oleh Stanford Medicine News Center, dengan menyuntikkan dua agen yang memicu kekebalan tubuh langsung ke dalam tumor pada tikus dapat menghapus semua jejak kanker pada binatang tersebut. Pendekatan ini berhasil dilakukan untuk berbagai jenis kanker, termasuk yang tumbuh secara spontan.

Berdasarkan penelitian ini, diperkirakan bahwa dengan sejumlah kecil senyawa ini, dapat menjadi terapi yang cepat dan murah yang tidak menghasilkan efek samping negatif yang sering terlihat pada stimulasi kekebalan tubuh. “Ketika kita menggunakan kedua agen bersama-sama, kita melihat hilangnya tumor di sekujur tubuh. Pendekatan ini mengenyampingkan kebutuhan untuk identifikasi target kekebalan bagi tumor tertentu dan tidak membutuhkan aktivasi sistem kekebalan tubuh yang menyeluruh, atau penyesuaian sel-sel imunitas pada pasiens,” kata Prof. Ronald Levy MD, yang merupakan pakar onkologi dari Stanford University yang memimpin penelitian tersebut .

Namun sayangnya, dari kedua senyawa itu, hanya satu yang sudah diperbolehkan penggunannya pada manusia; sedangkan yang lainnya baru pada tahap ujicoba di sejumlah penelitian. Telah diluncurkan penelitian di bulan Januari 2018 pada pasien yang menderita kanker jenis limfoma.

Pada penelitian bagi penderita limfoma ini, akan melibatkan sekitar 15 pasien dengan tingkat penyakit limfoma yang masih rendah. Jika berhasil, menurut Dr. Levy pendekatan yang sama dapat berguna bagi jenis kanker yang lain. Menurutnya, di masa depan tindakan dapat dilakukan dengan menyuntik dua senyawa ini langsung pada tumor di manusia, sebelum tumor tersebut diangkat dengan cara pembedahan guna memastikan sel-sel kanker tidak tumbuh kembali.

“Saya kira tidak ada batasan jenis kanker yang dapat diobati, selama kanker itu telah dapat ditembus oleh sistem kekebalan tubuh,” jelas Levy.

REDAKSI-MA

Baca Juga

Komentar