Banyak mushaf tak layak, GNWQ ketuk dermawan

Kamis, 01 Februari 2018 22:55

Sejak diluncurkan secara nasional setahun yang lalu, Gerakan Nasional Waqaf al Quran (GNWQ) telah mendistribusikan 80 ribu mushaf. Namun, jumlah tersebut masih terlalu kecil dibandingkan dengan target 10 juta mushaf al Quran yang akan disalurkan.

"Angka 10 juta mushaf berdasar dari jumlah masjid yang ada di Indonesia, yaitu 1 juta. Target kita adalah mendistribusikan minimal 10 mushaf per masjid," kata Ketua Umum GNWQ Achmad Baidhowi saat dalam pengukuhan kepengurusan GNWQ Jawa Tengah di Pekalongan, Kamis (1/2).

Menurutnya, ide awal GNWQ adalah sering ditemukannya mushaf al Quran yang tidak layak dibaca karena rusak, halaman yang hilang dan lusuh. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan.

"Padahal, al Quran merupakan kitab suci umat Islam. Kami memiliki target berikutnya, yaitu satu muslim satu mushaf. Sehingga, dibutuhkan usaha yang sangat luar biasa untuk mewujudkan target tersebut," ujarnya.

Untuk Jateng, lanjutnya, jumlah yang sudah disalurkan adalah sebanyak 12.500 mushaf. Dia berharap, semakin banyak dermawan yang mendukung kegiatan tersebut.

"Namun sejauh ini lebih banyak yang bersemangat menjadi penerima wakaf, dibanding menjadi waqif atau pemberi wakaf. Dari catatan yang dimiliki oleh GNWQ, jumlah pengajuan untuk menerima mushaf jauh lebih banyak daripada donatur," tandasnya.

Meski demikian, dia bersyukur karena itu artinya sudah banyak pihak yang mengenal keberadaan GNWQ. Demikian pula dengan GNWQ Jateng, yang selama ini sudah menyalurkan mushaf.

"Meski secara formal baru dilantik, namun kegiatan GNWQ Jateng sudah berlangsung selama beberapa waktu. Bahkan apa yang dilakukan oleh GNWQ Jateng, lebih mengedepankan substansi kegiatan dibanding menunggu kepengurusannya diformalkan terlebih dahulu," tukasnya.

REDAKSI-SIK

Baca Juga

Komentar