Peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional:

Data K3 yang akurat dapat melindungi kesehatan dan kehidupan pekerja

Senin, 29 Januari 2018 15:29

Sumber foto: ILO Sumber foto: ILO

Di seluruh dunia telah banyak diakui manfaat ekonomi besar yang diperoleh dari meningkatnya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja serta penurunan tingkat kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk mencapai manfaat ekonomi tersebut, ada kebutuhan besar atas informasi dan pengetahuan mengenai kondis keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sesungguhnya di baik di tingkat perusahaan dan industri maupun di tingkat nasional agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menangani, menerapkan dan mencegah masalah-masalah terkait K3.

Pengkajian dan pengendalian risiko yang efektif di tempat kerja membutuhkan data kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang akurat dan terpercaya. Upaya penerbitan data statistik nasional dan pendataan pengalaman yang diperoleh dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa sistem pelaporan, pengumpulan data dan analisis nasional masih jauh dari memadai dan tidak mencerminkan kondisi K3 yang sebenarnya terjadi di sebuah negara akibat adanya upaya menyembunyikan atau mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Image title

sumber foto: ILO

Image title

Sumber foto: ILO

Bahkan pada kenyataannya, tidak satu negara pun yang melaporkan semua penyakit akibat kerja. Bahkan negara-negara dengan sistem pelaporan yang sangat baik kerap tidak melaporkan semua kasus, terutama kecelakaan yang tidak fatal atau penyakit akibat kerja. Karenanya, data resmi yang ada hanya menggambarkan sebagian dari kondisi yang sebenarnya atau hanya sekedar perkiraan.

Yang perlu diingat adalah informasi dan analisis seperti itu sangatlah penting dalam mengembangkan kebijakan-kebijakan berbasis bukti dan perangkat-perangkat pencegahan baik di tingkat negara maupun perusahaan.

Image title

Sumber foto: ILO

Data K3 yang akurat dapat membantu upaya menciptakan lingkungan yang kerja yang aman bagi semua pekerja. Data ini dapat memberikan perhatian yang diperlukan bagi pekerjaan yang berisiko tinggi dan melibatkan pekerja yang rentan atas risiko tersebut. Ini juga dapat membantu pengawas ketenagakerjaan melaksanakan mandat pencegahan mereka dan memberikan negara perangkat untuk memantau dan mengkaji kebutuhan dan dampak dari kebijakan K3.

Karenanya, kemampuan untuk mengumpulkan dan mempergunakan data K3 yang akurat menjadi hal yang mendesak bagi negara-negara untuk memenuhi komitmen mereka dalam menerapkan dan melaporkan capaian Tujuan 8 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 yang berupaya “mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta pekerjaan layak untuk semua”.

Image title

Sumber foto: ILO

Hal ini juga terkait dengan sasaran 8.8 yang terfokus pada “perlindungan hak kerja dan promosi lingkungan kerja yang aman bagi semua pekerja, termasuk pekerja migran khususnya pekerja migran dan pekerja rentan."

Menyikapi kesenjangan dalam cakupan dan pelaporan serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap besarnya permasalahan ini, ILO secara rutin menerbitkan perkiraan kecelakaan, cedera dan penyakit akibat kerja secara berkala. Untuk saat ini, perkiraan ILO secara global adalah:

1. Kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera: 313 juta

2. Kecelakaan fatal akibat kerja: 350,000

3. Penyakit fatal akibat atau terkait kerja: 2 juta

4. Kematian akibat kerja: 2,35 juta

5. Hilangnya PDB akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja: 4 persen

Artikel ini merupakan bagian dari upaya ILO untuk mempromosikan pentingnya K3 bagi dunia kerja dan bagi masyarakat umum. Artikel ini pun merupakan bagian dari kampanye ILO dan para mitranya untuk menciptakan kesadaran secara mendunia mengenai dimensi dan dampak dari kecelakaan, cedera dan penyakit akibat kerja.

REDAKSI-MA

Baca Juga

Komentar