Komentar terbaru Trump soal imigran picu kemarahan

Sabtu, 13 Januari 2018 11:00

BBC Indonesia BBC Indonesia

Presiden Amerika Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial soal imigran dan memancing reaksi keras.

"Kenapa orang-orang dari negara-negara 'lobang kotoran' datang ke sini?" kata Trump kepada anggota legislatif, seperti dikutip Washington Post.

Pernyataan itu ditujukan kepada mereka yang berasal dari Haiti, El Savador, dan negara-negara Afrika. Disebutkan di hadapan politikus dua partai usai menemuinya soal imigrasi.

Gedung Putih tidak membantah komentar tersebut, yang juga sudah dikonfirmasi oleh media Amerika.

"Politikus tertentu memilih bertarung untuk negara asing, tapi Presiden Trump akan selalu berjuang untuk warga Amerika," kata juru bicara Gedung Putih Raj Shah.

Dia melanjutkan, "Seperti negara lainnya yang punya standar soal imigrasi, Presiden Trump berjuang untuk solusi permanen guna membuat negara kami lebih kuat dengan menerima mereka yang bisa berkontribusi untuk masyarakat."

"Termasuk mengurangi imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika melalui jalur legal," kata Raj.

Senator Partai Demokrat Richard Durbin dalam pertemuan itu mendiskusikan untuk memberikan ijin sementara bagi warga yang negaranya dilanda bencana, perang, atau penyakit epidemis.

Trump menyampaikan bahwa Amerika seharusnya mengambil imigran dari negara seperti Norwegia, yang perdana menterinya baru saja mengunjungi Trump.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik yang juga hadir di sana, tak mau berkomentar soal pernyataan Trump yang menghina itu.

Reaksi atas pernyataan kontroversialnya itu tidak terbendung. "Saya mengutuk pernyataan yang tak dapat dimaafkan tersebut dan ini merendahkan (martabat) lembaga kepresidenan," cuit Elijah Cumming, legislator dari Maryland.

Legislator Partai Demokrat lainnya, Cedric Richmond, mengatakan komentar Trump adalah, "bukti bahwa agenda Make America Great Again adalah membuat Amerika menjadi putih (Make America White Again)."

Politikus Republik keturunan Haiti, Mia Love, menuntut Trump meminta maaf atas komentarnya yang "kasar, memecah belah, dan elitis" itu.

Asosiasi warga kulit berwarna (NAACP) menuding presiden jatuh "lebih dalam ke lubang kelinci yang berisi rasisme dan xenofobia".

Sementara Gedung Putih kelihatannya tidak begitu peduli dengan kritikan semacam itu.

Salah satu pejabat pemerintahan Trump dikutip CNN mengatakan, "Meskipun ini membuat marah Washington, tapi diprediksi hanya bergaung pada tempatnya, sama seperti serangannya pada pemain NFL yang berlutut saat lagu kebangsaan yang tak mengasingkannya."

REDAKSI-MIE

Baca Juga

Komentar