Kurang 24 jam, polisi tangkap pelaku pembunuhan

Jumat, 12 Januari 2018 21:36

Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Kawanan pembunuhan terhadap korban yang dibunuh di depan Asrama Brimob Purwakarta, berhasil diringkus Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta Jawa Barat, di Jalan Ipik Gandamanah Kelurahan Ciseureuh Purwakarta.

Pembunuhan tersebut terjadi pagi tadi terhadap Firdaus Ahmad Gazali (25) dengan mayatnya ditemukan dipinggir Jalan Raya Cikopo-Sadang tepatnya di depan Asrama Brimob Purwakarta dengan kondisi sejumlah tusukan benda tajam.

Kurang dari 24 jam akhirnya pelaku yang berjumlah enam orang berhasil ditangkap di rumah yang terdapat di Kp Sukamulya Kelurahan Ciseureuh yaitu, Rendi (26), Wira (28), Agus (30), Tajudin (32), Pirni (24), serta Randi, dan para pelaku ini merupakan kaka beradik serta kaka ipar dengan sehari-hari sebagai pedagang makanan di Jalan Ipik Gandamanah.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agtha Bhuwana mengatakan, atas kerja keras anggotanya dilapangan, karena sesuai intruksi dari Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani bahwa para pelaku pembunuhan tersebut dengan waktu 1x 24 jam harus sudah ditangkap.

Dari hasil penyelidikan dilapangan dengan waktu kurang dari dua puluh empat jam seluruh pelaku yang berjumlah enam orang berhasil diciduk satu persatu dirumahnya.

"Sementara dari enam pelaku dua diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah, Wira dengan Rendi," ujar Agtha, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Untuk proses pengembangan lebih lanjut, serta menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, seluruh pelaku hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Purwakarta.

"Pembunuhan itu terjadi dengan motif perkelahian yang berujung kematian korban, yang sebelumnya terjadi cekcok antara korban dengan pelaku telah bersinggungan ketika di Jalan raya bungursari," ungkap Agtha.

Salah satu pelaku Rendi mengaku bahwa perkelahian itu terjadi yang sebelumnya ketika ia akan pergi ke pasar induk Cikopo untuk belanja kebutuhan daganganya, namun ketika di Jalan Raya Sadang - Cokopo telah bertemu dengan dua korban yang telah mengambil jalur yang digunakan pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

Akibat itu terjadi mulut dan selanjutnya membawa kelompok masing-masing.

Pelaku telah membawa keluarganya sebanyak enam orang dengan membawa senjata tajam, sementara korban membawa kelompoknya, yaitu sopir angkot sebannyak tujuh orang dengan membawa balok.

Selanjutnya terjadi perkelahian dan jatuh korban jiwa meninggal dunia dari kelompok sopir angkot karena mengalami sejumlah luka tusuk senjata tanjam serta luka dari kedua kelompok itu, satu diantaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ramahadi Purwakarta.

Ditambahkan Agtha atas pembunuhan itu, para tersangka dijerat dengan pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama sama dengan ancaman diatas 8 tahun Penjara.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

REDAKSI-ANJ

Baca Juga

Komentar