BPBD Lebak minta warga waspadai hujan lebat

Rabu, 13 Desember 2017 10:48

Ilustrasi. Foto: Elshinta.com Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat di daerah ini agar mewaspadai hujan lebat karena berpotensi terjadi genangan banjir.

"Kami mengintruksikan aparat kecamatan, desa dan relawan agar meningkatkan kewaspadaan hujan lebat," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Rabu (13/12).

Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG Serang potensi hujan lebat di Kabupaten Lebak pada siang sampai sore hari.

Peluang hujan lebat itu tentu bisa menimbulkan genangan banjir di wilayah bantaran sungai maupun jalan protokol.

Namun, curah hujan lebat itu tidak disertai angin kencang dan sambaran petir.

BPBD mengeluarkan peringatan waspada dini guna mengantisipasi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Selama beberapa hari terakhir cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Lebak, namun belum menimbulkan korban jiwa.

"Kita sudah menyalurkan bahan pokok dan peralatan dapur bagi warga yang terkena bencana alam, seperti banjir, longsor,kebakaran dan angin puting beliung," katanya menjelaskan.

Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ade Sutiana mengajak masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan longsor.

Sebab, warga yang tinggal di daerah itu hingga ribuan kepala keluarga tersebar di Kelurahan Cijoro Lebak, Kelurahan Cijoro Pasir,Kelurahan MC Rangkasbitung Timur dan Kelurahan MC Rangkasbitung Barat.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengaktifkan ronda malam karena khawatir hujan malam bisa menimbulkan bencana alam.

Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya mendukung rencana Bupati Lebak merelokasi warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung.

"Kami berharap relokasi itu bisa direalisasikan sehingga ke depan tidak ada warga yang terkena banjir," katanya menjelaskan.

Sarti (45) warga Kebon Kelapa Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya sejak awal Desember merasa was-was rumahnya yang hanya berjarak dua meter dari Sungai Ciujung tergenang banjir.

Bahkan, anggota keluarganya jika hujan malam hari terpaksa mengungsi ke tempat tetangga atau saudara guna menghindari banjir.

"Kami menghadapi cuaca buruk terpaksa tidak tidur pulas karena khawatir tergenang banjir khususnya malam hari," katanya. (Ant)

REDAKSI-ANJ

Baca Juga

Komentar