Dua kontraktor pemberi suap Bupati Batubara disidangkan

Kamis, 07 Desember 2017 15:06

Foto: Amsal. Foto: Amsal.

Dua rekanan proyek di Pemkab Batubara diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/12). Keduanya yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Mereka didakwa telah melakukan penyuapan terhadap Bupati Batubara OK Arya.

Sidang kedua terdakwa dilakukan secara terpisah. Awalnya jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) menghadirkan terdakwa Syaiful Azhar ke persidangan untuk mendengar dakwaan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo,  JPU menyatakan Syaiful didakwa menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp400 juta. Uang itu diserahkan melalui Helman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

"Pemberian uang ini karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya, yakni sebagai pemberian imbalan (fee) dikarenakan OK Arya selaku Bupati Batubara telah memberikan persetujuan terhadap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara sehingga terdakwa mendapatkan pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara TA 2017," ucap JPU Ikhsan seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Amsal. 

Setelah mendengar dakwaan Syaiful, kemudian JPU menghadirkan terdakwa Maringan Situmorang.

Dihadapan majelis hakim yang sama, JPU Ikhsan dalam dakwaannya menyebutkan  terdakwa  memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilaiRp.1.500.000.000,00,  1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012  senilai  Rp.1.500.000.000,00  dan uangsebesarRp.700.000.000,00 kepada OK Arya Zulkarnaen selaku Bupati Kabupaten Batubara.

Uang itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen ,dengan maksud supaya Bupati OK Arya  melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara yakni proyek pembangunan jembatan Sei Magung Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar dikerjakan terdakwa sebagai kontraktornya.

Kedua terdakwa melalui penasehat hukum masing-masing menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Sehingga persidangan kasus ini akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi pada pekan mendatang.

Ditemui di luar persidangan, JPU Ikhsan mengatakan kedua terdakwa dijerat dengan pasal yang sama yaitu mengenai penyuapan.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal  Subsidai Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal Subsidair Pasal  13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," sebutnya.


Sementara terkait berkas OK Arya, Ikhsan mengatakan saat ini, pihaknya hanya menyidangkan dua terdakwa kasus penyuapan Bupati Batubara.  Untuk tersangka lain, disebutnya bisa saja dilimpahkan satu bulan mendatang.

"Kalo Bupatinya bukan tim kita. Bisa saja dilimpahkan bulan depan," tandasnya.

REDAKSI-SIK

Baca Juga

Komentar