Cegah serangan digital, hindari software palsu dan CD/DVD bajakan

Sabtu, 30 September 2017 12:00

 Lie Heng, Commercial Director Synnex Metro Data Indonesia, dalam Seminar Elshinta "Keamanan Dalam Bisnis Onlie", Sabtu (30/9). Lie Heng, Commercial Director Synnex Metro Data Indonesia, dalam Seminar Elshinta "Keamanan Dalam Bisnis Onlie", Sabtu (30/9).

Guna menyikapi keamanan bertransaksi digital terkait makin maraknya bisnis dunia dunia online, eMajels bersama dengan Radio Elshinta dan Elshinta TV mengadakan seminar bertema 'Keamanan Bisnis Dunia Online'. Dalam seminar tersebut, Elshinta turut mengundang Lie Heng, Commercial Director Synnex Metro Data Indonesia sebagai salah satu pembicara.

Synnex Metro Data Indonesia sendiri adalah sebuah perusahaan yang telah memiliki lebih dari 50 produk dan penyimpanan awan (cloud) vendor IT infrastruktur dan telah berhasil dipercaya oleh beberapa perusahaan IT ternama seperti Microsoft, HPE, Oracle, Dell EMC, Cisco, Bosch.

Menurut Lie Heng, Indonesia merupakan negara paling berisiko mengalami serangan IT security dan disusul dengan China dan Thailand sebagai negara paling beresiko. Sedangkan untuk negara teraman dari serangan, Norwegia berhasil menjadi negara teraman soal sekuriti jaringan yang disusul oleh Swedia dan Jepang.

"Umumnya, serangan menyerang 50 usaha kelas menengah," paparnya.

Lie Heng mengatakan bahwa dengan menggunakan software palsu atau tidak bersertifikat resmi, hal tersebut akan mempermudah diri untuk menjadi target serangan.

Menurut Lie Heng, berdasarkan temuannya di lapangan, sebanyak 92 persen komputer baru dengan software bajakan terindikasi terinfeksi malware. Selain karena software bajakan, CD dan DVD bajakan juga menjadi salah satu penyebab rentannya akan serangan digital. Pasalnya, sebanyak 61 persen DVD dan CD bajakan, terindikasi mengandung malware.

"5 jenis malware setidaknya berada di dalam satu keping dan sebanyak 3 dari 5 PC (Personal Computer) di Asia Pacific menggunakan software bajakan," tuturnya. Ia menambahkan, bahwa menurut survei Microsoft terhadap negara-negara di Asia Pasifik yang paling banyak terinfeksi malware, Indonesia berada diperingkat 2 setelah Pakistan.

Penulis: Fransiskus Yuno

Editor: Dewi Rusiana

REDAKSI-DER

Baca Juga

Komentar