Hakim tolak gugatan praperadilan Hary Tanoesoedibjo

Senin, 17 Juli 2017 20:26

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan penetapan tersangka yang diajukan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo terhadap Bareskrim Polri. 

Hakim menyatakan penetapan tersangka dari Polri kepada Hary Tanoe adalah sah.

Sebelumnya, Hary Tanoe mempraperadilankan penetapan tersangka yang dilakukan Bareskrim Polri kepada dirinya dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS terhadap jaksa Yulianto.

Demikian putusan praperadilan yang dibacakan hakim tunggal Cepi Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/7), seperti dikutip dari Tribunnews..

"Mengadili, dalam eksepsi, menolak permohonan eksepsi pemohon. Dalam perkara, menolak permohonan praperadilan pemohon. Menetapkan penetapan tersangka pemohon Harry Tanoe adalah sah," kata hakim Cepi.

Dalam pertimbangannya, Cepi menyampaikan keberatan Hary Tanoe atas penetapan tersangka dirinya karena menilai bukti SMS dari Bareskrim tidak cukup bukti adalah telah masuk ke dalam pokok perkara peradilan.

Hakim Cepi menegaskan, kewenangan hakim praperadilan hanyalah meneliti dari aspek formil saja, apakah penetapan tersangka itu sudah sesuai KUHAP atau tidak.

Sementara, dalam fakta sidang praperadilan, pihak Bareskrim Polri menyatakan penetapan tersangka Harry Tanoe sudah memenuhi dua alat bukti.

"Oleh karena itu, alasan yang disampaikan pemohon (tentang alat bukti) tidak masuk dalam pokok perkara," jelas Cepi.

Dalam putusannya, hakim Cepi juga menolak keberatan lain dari Hary Tanoe tentang kadaluwarsanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri kepada dirinya selaku terlapor.

REDAKSI-ANJ

Baca Juga

Komentar