Bawaslu RI:

Intimidasi calon pemilih pelanggaran pidana

Senin, 17 April 2017 15:00

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.

Pimpinan Bawaslu RI,  Rahmat Bagja mengatakan  bahwa aksi Tamasya Al-Maidah 51 tidak boleh intimidasi kepada calon pemilih. Menurutnya tindakan mengintimidasi calon pemilih saat akan melakukan pencoblosan merupakan sebuah pelanggaran pidana.

"Jangan ada intimidasi. Itu sudah tindakan pidana dan bisa dijerat hukuman penjara," katanya di Kantor  Bawaslu RI, Jakarta, Senin (17/4)

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak dapat memberikan sanksi apapun kepada masyarakat yang ingin melihat-lihat jalannya pencoblosan, asalkan mereka tidak masuk ke dalam area  TPS.

"Kalau mereka hanya di luar, tidak masalah. Tapi kalau di dalam, itu akan menjadi masalah beda lagi," ucapnya.

Seperti diberitakan , massa yang menamakan aksinya sebagai aksi Tamasya Al-Maidah 51 direncanakan akan melakukan pengawasan di semua  TPS yang ada di Jakarta pada pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. (Dody/SiK)

REDAKSI-SIK

Baca Juga

Komentar