Kronologi kecelakaan maut Suramadu

Selasa, 21 Maret 2017 06:18

Ilustrasi. Foto: elshinta.com Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Kecelakaan maut antara kendaraan travel jenis Xenia dengan truk pengangkut garam terjadi di Jembatan Suramadu, sisi Bangkalan, Pulau Madura, Senin (20/3). Kecelakaan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. 

Dihimpun Antara, tabrakan di Jembatan Suramadu, Senin pagi itu terjadi antara mobil travel Xenia bernomor polisi N 1273 DI yang dikemudikan oleh Nanang Suli Haryadi, warga asal Malang dengan truk fuso pengangkut garam bernomor polisi W 8275 UB.

Tabrakan terjadi, saat truk berhenti di kanan jalan, akibat bannya kempes dan truk hendak "guling".

Kala itu, sopir truk belum sempat memasang rambu-rambu tanda bahaya. Tiba-tiba suara keras terdengar nyaring dari arah belakang dan terlihat mobil Xenia berwarna putih sudah dalam keadaan ringsek.

"Saat itu, saya masih mengambil peralatan di bawah jok untuk mengganti ban," kata sopir truk itu Wito di Mapolres Bangkalan.

Wito diketahui asal Jalan Stadion Gang IX Pamekasan dan kini diamankan di Mapolres Bangkalan untuk kepentingan penyidikan.

Mobil travel Xenia jurusan Sumenep-Malang ini, mengangkut lima penumpang, yakni tiga orang dari Sumenep, dan dua lainnya dari Pamekasan.

Dua penumpang asal Pamekasan duduk di jok paling belakang, sedang yang dari Sumenep di tempat duduk bagian tengah. Sedangkan di tempat duduk sebelah sopir kosong.

Menurut Sofyan Lubis, family Ainul Izanti yang menjadi korban meninggal, dirinya dan Zea Adi Siswanto (korban meninggal dunia) adalah satu keluarga yang juga ikut di mobil travel jurusan Sumenep-Malang itu. Ayahnya Dedy Siswato selamat dan hanya luka-luka.

"Jadi Dedy, Zanti dan balita yang bernama Adi itu keluarga. Suaminya orang Sumenep, tapi istrinya asal Banyuwangi," kata Sofyan menerangkan.

Dedy dan Zanti rencananya hendak ke Malang untuk mengikuti pelatihan bersama dua orang guru asal Pamekasan yang juga ikut di mobil travel Xenia itu. Dua orang guru itu selamat dan hanya mengalami luka lecet.

Korban tewas lainnya ialah sopir Xenia Nanang Suli Haryadi, warga asal Malang. Ia tewas di tempat kejadian perkara, karena terhimpit stir mobil.

Atas kejadian ini, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Inggit Prassetyanto mengimbau, jika ada kendaraan macet, secepatnya menyalakan tanda bahaya, sehingga pengemudi lain bisa segera mengetahui.

"Ada kemungkinan si sopir itu belum tahu, atau menyangka mobil sedang berjalan, karena kecepatannya, tinggi, atau sopir ini ngantuk," katanya.

Sementara itu, sopir travel Xenia yang tewas seketika dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jembatan Suramadu itu, bernama Nanang Sulih Hariadi (52), beralamat di Jalan S Supriadi VI/2339/Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan catatan Antara, kasus tabrakan maut di jalur Tol Jembatan Suramadu sisi Madura ini, merupakan kali kedua dalam dua pekan terakhir.

Pada 5 Maret 2017, kecelakaan juga terjadi di jalur ini antara mobil pickup dengan truk dan menyebabkan satu orang tewas. 

REDAKSI-DER

Baca Juga

Komentar