Pelatihan kepemimpinan bersama rektor Unnes

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Fathur Rokhman M.Hum, menjadi narasumber pelatihan kepemimpinan di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (13/2).
Prof. Fathur Rokhman hadir membawakan materi ''Kepemimpinan Bertumbuh untuk Memimpin Perguruan Tinggi di Era Perubahan'' dalam pelatihan kepemimpinan yang dibuka oleh Rektor UMK, Dr. Suparnyo SH. MS., sekitar pukul 09.27 WIB.
Dia mengupas berbagai hal, meliputi tantangan perguruan tinggi para era disrupsi, mengenal pemimpin, menumbuhkan benih kepemimpinan, memperkuat pohon kepemimpinan, merangkai jejaring pohon kepemimpinan, menghadapi terpaan badai (dalam memimpin-Red), dan menumbuhkan benih baru kepemimpinan.
Menurutnya, di era disrupsi, universitas dibangun bukan dengan kekuatan, melainkan kepercayaan dan kecepatan bergerak menggapai visi besar. Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai kepemimpinan yang diilustrasikan bertumbuh bagai pohon.
Menurutnya, menumbuhkan benih kepemimpinan, antara lain mesti dilandasi dengan kemanusiaan, pemahaman kepemimpinan sebagai sumber kebaikan, dan bahwa menjadi pemimpin harus murah hati serta (suka) berbagi.
Untuk memperkuat pohon kepemimpinan, terangnya, adalah dengan intelektualitas, integritas dan kerja keras. Pemimpin, jelasnya, itu menemukan dan memahami aturan organisasinya serta tidak pernah berhenti belajar.
Lalu, bagaimana merangkai jejaring pohon kepemimpinan? Baginya, harus membangun komunikasi yang tulus dengan menjadi pendengar yang baik dan membangun komunikasi yang baik. Keterbukaan adalah kesempatan emas mengakselerasi laju organisasi untuk mencapai visi lebih cepat.
Dijelaskannya pula, bahwa terpaan badai dalam kepemimpinan, seringkali muncul. Dan di posisi ada terpaan badai dalam sebuah kepemimpinan, maka seorang pemimpin tidak boleh menyerah. Namun dia menegaskan, pemimpin dapat gagal, tetapi tidak boleh menyerah.
Pada akhirnya, dia mengatakan, bahwa pemimpin harus mampu menumbuhkan benih baru kepemimpinan. Menurutnya, kepemimpinan bertumbuh menyiapkan dan membesarkan pemimpin baru, dan bisa menjaga tradisi dengan menampilkan karakter kepemimpinan inovatif.

Dikirim oleh

Rosidi

Selasa, 13 Februari 2018 13:52

Baca Juga

Komentar